Hallo sobat motuba (motor tua bangka) Ganti OLI Transmisi Kijang Super itu penting untuk kenyamanan dan keberlangsungan transmisi yang lebih lama masa penggunaanya.

Jargon teman saya kijang super tidak ada gigi 2 nya, karena slogan kijang tiada duanya hahaha. Merawat mobil tua menurut saya adalah seni, kenapa seni karena harus mempelajari karakter kendaraan dan umur yang tidak lagi muda tentu perlu perawatan rutin. Beda dengan mobil baru tinggal gas tak perlu mikir dan banyak perawatan tentu nyaman digunakan tidak akan was-was akan macet di jalan.

Sejauh ini yang saya rasakan menggunakan kijang super nyaman-nyaman saja, mungkin karena ndak punya mobil yang lebih baru jadi nyaman-nyaman saja hehe

Mengenai penggantian oli transmisi kijang super tentu kita harus mengetahui dulu spesifikasi dari transmisinya kijang super, jangan sampai salah beli oli transmisi, karena oli transmisi dengan oli gardan beda dan oli transmisi matik dan manual juga beda.

Lalu yang Oli yang cocok untuk Transmisi Kijang Super Apa dong?

Dulu saya pernah menggunakan oli gardan untuk transmisi, dan itu ternyata salah karena beda peruntukan dan spesifikasi, apa yang saya rasakan? Perasaan dalam menggunakan terasa berat, mungkin perasaanku saja hahaha.

Baik kita bahas dulu spesifikasi olinya, API dan SAE ini adalah 2 istilah dalam pelumas transmisi. SAE adalah standar viskositas SAE untuk minyak pelumas, dipasaran yang beredar SAE 90 dan 140. Lalu apa itu API? API (American Petroleum Institute) merupakan standarisasi dalam pelumas oli transmisi:

  1. API GL-4
    1. API GL-4 dirancang untuk digunakan pada transmisi manual kendaraan penumpang dan kendaraan komersial ringan.
    2. Minyak gigi GL-4 memiliki kinerja yang memenuhi persyaratan perpindahan gigi, perlindungan terhadap keausan, dan stabilitas suhu yang diperlukan untuk sistem transmisi manual.
    3. Minyak gigi GL-4 biasanya mengandung aditif peningkat kekentalan, antiwear, dan antioksidan untuk melindungi gigi transmisi dan mengurangi keausan serta oksidasi.
  2. API GL-5
    1. API GL-5 juga dirancang untuk digunakan pada transmisi manual kendaraan penumpang, kendaraan komersial ringan, dan beberapa aplikasi transmisi aksial (differential).
    2. Minyak gigi GL-5 memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan GL-4 dalam hal beban dan tekanan yang diterapkan pada transmisi.
    3. Minyak gigi GL-5 biasanya mengandung aditif yang lebih banyak, termasuk aditif peningkat tekanan (EP – Extreme Pressure) yang mampu melindungi gigi transmisi dari keausan akibat beban berat dan kondisi operasi yang keras.

Nah dari penjelasan di atas tentu sudah ketemu jawaban peruntukan antara transmisi dan gardan. Gardan sebaiknya menggunakan API GL-5 SAE 90 dipasaran bisa memilih Pertamina Rored HDA. Dan untuk Transmisi menggunakan API GL-4, SAE di pasaran ada RORED EPA SAE 90, tapi saya mencoba oli dari Shell SPIRAX S1 G 80W-90. Monggo bebas mau pilih mana, yang penting API GL 4.

Baca Juga : Wow ini Bahaya Melepas Thermostat dan Kamu Harus Tau Fungsi Thermostat

Kondisi transmisi kondisi hangat, panas atau dingin?

Sebaiknya ketika mengganti oli dalam kondisi hangat, oli memiliki viskositas yang lebih rendah, yang berarti oli akan mengalir lebih lancar dan lebih mudah mengalir ke semua bagian dalam transmisi. Ini memungkinkan oli lama dan kotor yang terperangkap di dalam transmisi untuk lebih mudah dikeluarkan saat proses penggantian.

Pengalamanku Ganti OLI Transmisi Kijang Super MOTUBA

Kembali lagi ke pokok pembahasan penggantian oli transmisi di kijang super tua hehe. Sebelum memulai sebaiknya kita persiapkan alatnya:

  1. Kunci ring atau shock ukuran 24, jangan kunci pas ya takutnya malah slek bautnya.
  2. Wadah untuk wadah oli bekas
  3. Oil Suction Gun basa gampangnya pompa oli tangan, kalau ndak ada boleh pakai plastik es batu hehehe
  4. Sarung tangan biar tangan aman, jika tidak ada ndak pakai ndak papa
  5. Alas buat ngolong, biar baju tidak kotor, kalau tidak pakai juga ndak papa, berani kotor itu baik. Hehehe
  6. Gelas takar kalau ndak ada beli hehe, biar pas ukurannya, Untuk kijang kurang lebih 1,7 sampai 1,8 liter.
  7. OLI nya jangan lupa, (yang paling penting nih hehehe)

Ganti OLI Transmisi Kijang Super MOTUBA

Nah setelah alat tersedia, selanjutnya kuras dulu oli lama dengan membuka baut yang bagian samping atas, kemudian kendorkan baut di bagian bawah sampai lepas, jangan lupa wadahnya disediakan. Tidak perlu pakai kompresor ya ngurusnya, cukup di tunggu aja sampai 2 purnama hahaha (bercanda), tunggu beberapa saat hingga olinya tidak menetes lagi, atau netesnya sedikit.

Ganti OLI Transmisi Kijang Super MOTUBA

Setelah semua oli keluar, tutup bagian bawah jangan lupa kasih TBA atau selotip dikit antisipasi rembes oli ketika batu kurang kencang. Kalau sudah tuangkan oli lewat luang di sisi samping transmisi, bisa pakai Oil Suction Gun atau plastik es, kalau pakai plastik sebaiknya untuk plastik agak ditarik biar gampang masukin olinya. Kalau sudah masuk semua jangan lupa tutup lubang nya dengan kencang.

Setiap berapa KM oli transmisi kijang super di ganti?

Khusus kendaraan kijang super yang tiada duanya ini per 15.000 KM untuk penggantian oli trasnmisinya. Kalau dihitung bulan mungkin sekitar 1,5 tahun(perkiraanku saja ya) tapi pastinya pakai ukuran KM lebih pasti. Jadi pas ganti di catat KM berapa untuk perkiraan ganti berikutnya, Spedometer mati e??? Duh sebaiknya diperbaiki buat tolak ukur penggantian oli dan part lainnya hehehe

Saya kok ragu ya Oli saya Palsu atau Asli?

Cek oli palsu atau ori

Nah ini sama yang saya rasakan setelah melihat timeline sosmed yang memposting akibat menggunakan oli palsu, ngeliatnya horor juga buat kendaraan. Tapi jangan khawatir, ada cara untuk cek oli yang kita beli asli atau palsu. Kebetulan saya pakai shell di tutupnya ada barcode untuk di scan sebagai validasi oli yang dibeli terdaftar atau tidak. Jadi sebelum pasang bisa di scan di bagian tutupnya apakah terdaftar atau tidak, kalau tidak valid tinggal balikin ke tokonya.

Kesimpulan

Ganti OLI Transmisi Kijang Super yang diperhatikan adalah spesifikasi oli nya, yaitu API GL-4 SAE 90 atau 80w-90 untuk merek bebas sesuai ketersediaan di pasar terdekat yang ready apa. Ganti rutin oli setiap 15.000KM dengan takaran oli 1,7 – 1,8 Liter, agar transmisi tetap nyaman digunakan. Tidak hanya transmisi, radiator, thermostat, oli mesin pun harus di cek secara berkala. Panasin dulu transmisi sebelum di ganti sampai hangat, agar oli sedikit lebih encer mudah untuk keluar. Jangan lupa gunakan alat keselamatan jika mengganti sendiri. Dan Pastikan oli yang kita beli asli atau valid terdaftar di situs resminya. Dalam proses penggantian boleh diganti sendiri jika mampu, atau pasrah bengkel kesayangan juga oke.

Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat buat sobat semua, salam bengkel dan salam super hehehe.